Bab II : Rudy Mei Lana
Setelah dikatakan sukses pada Bab I : Alfian, dan banyak
komentar positif dari teman setia pembaca,
Alhamdulillah
gue lanjutkan untuk meneruskan Meteor Sarden Versi Putih Abu-abu Bab II : Rudy
Mei Lana.
Rudy Mei Lana, biasa di sapa Rudy
(di waktu siang), Mei Mei Upin Ipin (di waktu senggang), dan Lani, Lina, Leni,
Lena… Lusi atau nama perempuan dah pokoknya (di waktu malam) ini adalah sahabat
gue selanjutnya yang akan gue ceritakan di bab kali ini. Setelah perbincangan
bodoh gue dengan Alfian di bab I sebelumnya, “Pucuk di Cinta Ulam pun Tiba”
akhirnya gue bisa berkenalan dengan Rudy Mei Mei Upin Ipin Lani, Lina, Leni,
Lena… Lusi dllnp (dan lain lain nama perempuan).
Awal cerita terjadi di hari pertama masuk
kelas XI-IPA. Gue yang sebangku dengan Alfian, memutuskan untuk mencari
pertemanan baru dengan teman-teman lain. Hiqmah, Rizka, Nur Samsiah,
Rudy adalah nama teman-teman yang baru gue ajak kenalan. Memasang wajah tampan,
saling berjabat tangan, dan berharap mendapat amplop lebaran, membuat gue makin
pede untuk ajak kencan. Maklum, jomblo kelamaan. Kalau kalian perhatikan nama
teman-teman yang gue sebutkan diatas, ada satu keganjalan. Iya.. itu adalah
Rudy. Nama Rudy masuk kedalam nama teman-teman perempuan yang gue ajak kenalan.
Tak heran.. jika Rudy biasa disapa dengan Lani, Lina, Leni, Lena… Lusi dllnp.
Gambar 1. Rudy Mei Mei Upin Ipin Lani, Lina,
Leni, Lena… Lusi dllnp (dan lain lain nama perempuan).
Ketika
gue berkenalan, Rudy memang sedang berada di barisan para mantan. Maksudnya
para perempuan. Mereka sudah saling kenal dari kelas X sebelum kelas
penjurusan. Gue perhatikan Rudy, dia salah satu tipe orang yang digemari banyak
perempuan. Gue mendesah heran “Hmmm… Rudy yang lebih-kurang tingginya sama
dengan gue, dan kurang seperempat tampan dari gue kenapa bisa digemari banyak
perempuan ?”
Oke,
karena gue gak mau kalah dan merasa lebih tampan, gue coba memulai dengan melakukan
pengecekan. Pengecekan dimulai dari stalking facebook mantan, umm.. maksudnya
teman-teman. Gue dan Rudy sudah berteman di media social facebook. Hal pertama
yang gue lakukan adalah mengecek status facebook Rudy, karena gue berpikir “Apakah
mungkin keempat perempuan yang menggemari Rudy, mempunyai status hubungan
khusus ?”
“Rudy Berpacaran dengan Hiqmah, Rizka, dan
Nur Samsiah. Berpacaran sejak 29 Mei 2009”. “….Hari ini adalah anniversary Rudy
dan keempat pasangannya. Beri dia ucapan!”
Ahh
… gak mungkin.
Alhasil
Gue tidak menemukan hal-hal aneh dari status facebooknya. Pengecekan pertama
aman.
Pengecekan
Selanjutnya yaitu dengan menggunakan metode SKS. Sistem Ketikung Semalem. Ini adalah
sistem andalan gue. Sistem integrasi berbasis MicroLove. Memancarkan frekuensi
gangguan ke hati seseorang yang sedang cinta-cintanya. Hal ini akan diterapkan
jika kedua mata gue menangkap gelombang frekuensi yang match antara kedua
pasangan yang ingin membentuk hubungan yang serius. Tidak akan gue biarkan hal
itu terjadi. MicroLove akan aktif otomatis ketika menerima input dari kedua
mata gue, membawa pesan benilai HIGH ke jari-jemari tangan dan melakukan pengiriman sms
ke nomor korban (si cewek).
“Eh jangan mau sama dia.. dia punya kurap di lubang
hidungnya”
Alhasil
si korban akan ilfill dan berlari pergi, kesempatan gue untuk menikung ceweknya.
HAHAHAHA….. tergantung ceweknya juga si.
Gue memulai Personal Messages dengan Nur Samsiah. Gue sms dia, dan bertanya :
“Ncam (nama panggilannya) klo gue perhatikan, lu
deket banget sama Rudy, ada sesuatu ya ? hehe” Tanya gue ngeledek
“ahh.. bisa aje lu. Enggak.. enggak ada apa-apa” Ncam
ngeles.
“masa sih ? gue tau loh…”
“tau apa… gue deket sama dia karena kulitnya aja
yang putih, orangnya suka ngeselin”
“hahaha.. gitu” jawab gue
Nur
Samsiah terpancing dengan pertanyaan gue. Dia akhirnya menjawab seperti
tertekan dengan kata “gue tau loh”. Kenyataannya gue gak tau apa-apa. Gue tidak
mau mengambil pusing, karena Nur adalah tipe orang yang jujur, jadi gue
percaya. Dilihat dari jawabannya, gue menilai dia tidak ada hubungan khusus
dengan Rudy. Satu orang aman dari SKS.
Selanjutnya, gue coba Personal Messages ke temen-temen perempuan
lainya. Menanyakan hubungan khusus mereka dengan Rudy. Alhasil tidak ada yang
mau mengakui hubungan khusus dengannya.
Gue merasa bersalah, gue sudah
berpikir negative dengan teman yang baru gue kenal. Gue khilaf. Hari besoknya,
gue ketemu dengan Rudy dan meminta maaf
“Rud,
gue mau minta maaf sama lu.” Melas Gue.
“Minta
maaf kenapa San ? Jawab Rudy.
“Gue
minta maaf karena lu masih belum setampan gue. Gerombolan temen-temen perempuan
lu tidak ada maksud apa-apa juga ke lu. Gak usah dipikirkan ya”
Semenjak
kejadian itu, Rudy hilang tanpa kabar. Display
picture facebooknya berubah dari foto dirinya menjadi To Ming She F4. Gue merasa
bersalah.
Gue mulai mendapat chemistry dengan Rudy ketika pelajaran
Mata Kuliah Kimia XI-IPA. Sahabat gue satu ini memang pintar dalam Kimia.
Hingga penemuannya sekarang adalah dapat menghitung tingkat keasaman kentut
dari masing – masing manusia :
“Preetttt….” Bunyi kentut Alfian
“Yeeh Alfian..” Lantang Rudy “sssts.. sstst..“ Mengendus hidung Rudy
“Wah bau cuy.. Emm tapi ini tingkat keasamanannya
berada di Ph 4 nih.“
“Ahh .. yang bener lu Rud ?” Jawab Gue
“Bener San! Si Ian tadi makan Telur. Telur
mengandung senyawa Sulfur/Belerang (S). bau yang dihasilkan kentut terdiri dari
senyawa H2S (Asam Sulfida), dan gugus fungsi Merkaptan R-SH. Semakin
banyak Sulfur (S) maka semakin bau kentutnya.“ Jawab Rudy
“OOHH.. Gitu…” Jawab gue-Alfian kompak.
Sentak kagum dari jawabannya, gue kembali
kedapur untuk menyediakan kopi ke Rudy yang berisi gugus Sianida.
Gue iri sama orang
pintar. Mereka memikirkan hal kecil yang menurut kita hal yang biasa saja.. Gue
juga bisa saja pintar seperti Rudy. Gue juga bisa memikirkan hal-hal kecil
seperti Rudy, hanya saja pemikiran gue terlalu rumit, hingga bikin sembelit.
Yah itulah Rudy. Sahabat gue yang mempunya
karakter unik yang wajib di pertahankan. Jika si Alfian pada bab I sebelumnya,
adalah tipe orang yang suka sembelit, dan Rudy pada bab II ini adalah orang
yang bisa menghitung tingkat keasaman gas hasil dari sembelit. Maka ada satu
sahabat gue, bagian dari Meteor Sarden yang mengetahui rahasia dari sembelit. The
Secret of Sembelit BAB III. Stay tone ….




Yg ini bahasanya udah agak sedikit berat ya. Hmmm tp kayak ada yg kurang yah tapi apa ya? Kependekan ceritanya gw baca tau" langsung abis aja -_-
ReplyDeletetandanya lu menikmati hasil tulisannya, hihihihi semoga..
DeleteHahahaha kurang greget san tapi kerenlah. Hahahaha pake segala kentut dn sembelit segala. Hahahaha semangat nulis lagi san. Dtunggu yang bab 3 btw aku sedih kaga ada tokoh Said yg keren. Hahahaha ������
ReplyDeletePemilihan bahasa komedi ilmiah lu bagus san, jadi poin + di cerita kali ini, lucu. Tp entah gw yang terlalu menikmati cerita atau emang ceritanya yg pendek, kesannya kayak belum kelar. Overall keren kok, smangat nulis lg dan ditunggu bab selanjutnya.....
ReplyDelete😂 ada jg mau temenan ama dirimu san? 😂😂
ReplyDelete